SIFAT FAAL PROTOPLASMA

MAKALAH FISIOLOGI HEWAN


BAB I
PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang
Ciri khas semua organisme adalah memiliki protoplasma, yaitu substansi majemuk yang terdiri dari berbagai bahan meliputi air, garam-garam mineral, dan banyak senyawa organik, di antaranya adalah karbohidrat, protein, dan lipid. Protoplasma bersifat pekat (kental), jernih (terang), dan koloid polifasis.
Para cendekiawan sepakat bahwa hidup berada di dalam protoplasma, seperti yang semula dikemukakan oleh Dujardin 1835, Purkinje 1839, yang menemukan protoplasma pada hewan. Baru kemudian Mohl 1854, membawa pengertian yang sama bagi tumbuhan. Komposisi protoplasma adalah tetap, jadi bukan sebagai senyawa. Sifat-sifat kimia, fisik dan biologis protoplasma suatu jenis organisme berbeda dengan sifat kimia, fisik, dan biologis protoplasma organisme lain.
Kita membedakan benda hidup dari benda mati berdasarkan pada sifat-sifat yang dimiliki oleh protoplasma, yaitu: sebagai tempat berlangsungnya regulasi proses biokimia, tanggap terhadap rangsangan, tumbuh dan berkembang biak.

1.2. Rumusan Masalah
1.2.1.      Apa pengertian dari protoplasma?
1.2.2.      Apa saja komponen – komponen penyusun protoplasma?
1.2.3.      Bagaimana fungsi protoplasma?
1.2.4.      Bagaimana sifat fisika dari protoplasma

1.3.Tujuan
1.3.1.      Mengetahui pengertian protoplasma
1.3.2.      Mengetahui komponen – komponen penyusun protoplasma
1.3.3.      Mengetahui bagaimana fungsi protoplasma
1.3.4.      Mengetahui sifat fisika dari protoplasma

BAB II
PEMBAHASAN

2.1Pengertian Protoplasma
2.1.1 Pengertian Protoplasma Menurut Para Ahli
1. Johannes Purkinje ( 1787-1869)
Seorang ahli fisiologi Biokimia menggunakan istilah protoplasma ( protos = pertama ; plasma = cairan ) bagi substansia yang menyerupai gelatin ( 1840 ), meskipun arti dari istilah tersebut mungkin agak berbeda dengan artinya pada penggunaan selanjutnya.


2. Felix Dujardin (1801-1860),
Seorang ahli zoologi perancis mengamati adanya material yang menyerupai gelatin didalam sel-sel binatang (1835) dan menggunakan istilah sarcode ( Sarx : daging ) bagi material tersebut. Substansia ini kemudian juga dijumpai pada sel-sel tumbuhan hidup.


3. Hugo Von Mohl (1805-1872) 
Seorang ahli Botani dari Jerman, menemukan bahwa sel-sel tumbuh-tumbuhan tersusun dari substansia hidup (1846) dan menggunakan istilah protoplasma bagi substansia tadi, yang sampai saat ini masih kita ikuti.

        2.1.2.   Pengertian Protoplasma Secara Umum
Protoplasma (Latin, Proto = Pertama, plasma = substansi). Secara umum protoplasma merupkan substansi dasar kehidupan yang terdapat pada semua sel makhluk hidup yang memegang peranan penting dalam proses biosintesa dan bioenergi. Protoplasma bersifat pekat (kental), jernih (terang) dan koloid polifasis.  Dari reaksi - reaksi kimia yang terjadi antara senyawa - senyawa inilah yang mengakibatkan adanya gejala - gejala kehidupan di protoplasma. Gejala kehidupan itu misalnya metabolisme, tumbuh, bergerak, berkembang biak, sirkulasi zat dll. Misalnya respirasi, fotosintesis, sintesis lemak.
Protoplasma dapat dibagi atas  :
1.   Nukleoplasma
2.   Sitoplasma, yaitu suatu cairan atau plasma yang terdapat antara membran       plasma dengan membran nukleus. Sitoplasma terdiri atas 2 bagian, yaitu :
             v  Mmatrix (tampak transparan, homogen & menyerupai koloid)  
v  Organel, yang terdiri dari : 
a.       Membran sel 
                Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel.  
               Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel. Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol. 
               Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel. 

b. Mitokondria,